{"id":29546,"date":"2026-04-09T02:23:19","date_gmt":"2026-04-09T02:23:19","guid":{"rendered":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=29546"},"modified":"2026-04-09T02:23:19","modified_gmt":"2026-04-09T02:23:19","slug":"negara-salah-prioritas-rakyat-kecil-dikorbankan-seragam-advokat-dipikirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=29546","title":{"rendered":"\u201cNegara Salah Prioritas: Rakyat Kecil Dikorbankan, Seragam Advokat Dipikirkan!\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Surabaya, Jaw Timur<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-29547\" src=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260409-WA0003-640x960.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260409-WA0003-640x960.jpg 640w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260409-WA0003.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM.* melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan negara yang dinilai jauh dari rasa Keadilan Publik, dengan menyoroti wacana Penyeragaman Advokat di Tengah Realitas Penegakan Hukum yang masih menyisakan ketimpangan Akut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_\u201cIni ironi. Ketika rakyat kecil berteriak mencari Keadilan, negara justru sibuk mengurus seragam._ *Ini bukan Prioritas\u2014ini pengabaian!\u201d*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hukum Jadi Alat Tekanan?<\/p>\n<p>Rikha menegaskan bahwa persoalan utama Bangsa hari ini bukan soal simbol Profesi, melainkan ketimpangan Penegakan Hukum yang Nyata terjadi di lapangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_\u201cJika Hukum bisa dengan mudah Berbalik Arah dan menjadikan Korban sebagai Tersangka, maka Hukum sedang Kehilangan Jati Dirinya.\u201d_<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kasus Nyata: Terjadi di Polsek Sidoarjo Kota, Korban Diproses, Pelaku Dipertanyakan<\/p>\n<p>Kasus seorang Buruh Wanita, Pekerja kecil yang diduga menjadi korban Penganiayaan namun justru diproses sebagai Tersangka menjadi bukti Nyata bahwa:<\/p>\n<p>1. *Sistem belum berpihak pada yang Lemah*<\/p>\n<p>2. Proses Hukum berpotensi tidak Objektif<\/p>\n<p>3. Ada indikasi penyimpangan dalam Praktek Penegakan Hukum<\/p>\n<p>_\u201cBagaimana mungkin seseorang yang mencari Perlindungan justru berujung pada Kriminalisasi?_ Ini bukan sekadar Kesalahan\u2014ini Kegagalan Sistem!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kritik Terbuka: Negara Harus Berbenah<\/p>\n<p>Rikha Permatasari secara terbuka menegaskan:<\/p>\n<p>*\u201cNegara tidak boleh Abai.* _Jangan sampai hukum hanya tajam kepada rakyat Kecil, namun melemah ketika berhadapan dengan Kekuasaan.\u201d_<\/p>\n<p>Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan:<\/p>\n<p>1. Kepercayaan Publik akan Runtuh;<\/p>\n<p>2. Hukum kehilangan legitimasi moral<\/p>\n<p>3. Rasa keadilan masyarakat akan terkikis;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seruan Keras: *Hentikan Kebijakan Tidak Prioritas*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_Hentikan Pemborosan Anggaran pada hal yang tidak menyentuh_<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_Kebutuhan RAKYAT Fokus pada Pembenahan Sistem Hukum yang adil dan Transparan_<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_Perkuat Perlindungan terhadap Korban, bukan malah mengkriminalisasi_<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_\u201cRakyat tidak butuh Seragam. Rakyat butuh KEADILAN.\u201d_<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_\u201cJika Negara lebih peduli pada Tampilan daripada KEADILAN, maka yang HANCUR bukan hanya Sistem Hukum\u2014tetapi Kepercayaan RAKYAT itu sendiri.\u201d_<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_\u201cDan ketika kepercayaan Runtuh, HUKUM tidak lagi dihormati\u2014melainkan ditakuti.\u201d(Arifin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Surabaya, Jaw Timur Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM.* melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan negara yang dinilai jauh dari rasa Keadilan Publik, dengan menyoroti wacana Penyeragaman Advokat di Tengah Realitas Penegakan Hukum yang masih menyisakan ketimpangan Akut. &nbsp; _\u201cIni ironi. Ketika rakyat kecil berteriak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":29547,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83,28,1185],"tags":[],"class_list":["post-29546","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jawa-timur","category-kota-surabaya","category-news-trending"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29546"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29548,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29546\/revisions\/29548"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29547"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}