{"id":28084,"date":"2025-12-17T02:23:13","date_gmt":"2025-12-17T02:23:13","guid":{"rendered":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=28084"},"modified":"2025-12-17T02:23:13","modified_gmt":"2025-12-17T02:23:13","slug":"ubhara-surabaya-lanjutkan-kkn-tematik-kampung-asri-di-desa-kwangsan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=28084","title":{"rendered":"Ubhara Surabaya Lanjutkan KKN Tematik Kampung Asri di Desa Kwangsan"},"content":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Jatim<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-28085\" src=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-16.24.31-small.jpeg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"298\" \/><\/p>\n<p>Program Kampung Asri yang digagas mahasiswa KKN Tematik Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya sejak 2024 kini berlanjut melalui kelompok KKN 08. Tahun ini, tema yang diusung adalah \u201cPemberdayaan Kampung Asri dalam Memanfaatkan Potensi Lokal di Desa Kwangsan\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Koordinator mahasiswa, Junjung dari Prodi Ilmu Komunikasi, Ahmad Fadheli, di Surabaya, Selasa (16\/12\/2025), menjelaskan bahwa potensi lokal desa masih banyak yang belum tergarap. \u201cMelalui identifikasi potensi, seperti tanaman buah markisa, kelor, dan sayuran lain, kami kemas menjadi paket kampung wisata,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan KKN berlangsung selama dua bulan, November\u2013Desember 2025, diikuti 15 mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi, Manajemen, dan Teknik Sipil. Fokus utama adalah penguatan potensi lokal untuk wisata, khususnya pemanfaatan tanaman markisa sebagai daya tarik ekonomi dan estetika desa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Salah satu program unggulan adalah pembuatan kerangka tanaman markisa rambat. Kerangka ini tidak hanya berfungsi sebagai media tumbuh, tetapi juga memperindah lingkungan. \u201cKami menata kampung dengan pemasangan kerangka markisa di sepanjang RT 07 agar terlihat asri dan menarik perhatian orang yang lewat,\u201d kata Ali Akbar, peserta KKN. Yohana Holy menambahkan, keberadaan markisa diharapkan menjadi ikon wisata desa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain penataan lingkungan, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi budidaya markisa serta pemanfaatannya sebagai peluang UMKM. Dengan menghadirkan Dr. Nurul Immah, MM, dari Fakultas Ekonomi Ubhara, masyarakat diajak mempraktikkan pembuatan makanan dan minuman berbahan dasar markisa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mahasiswa turut melatih warga membuat kemasan menarik dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk olahan markisa. \u201cDengan pengelolaan media sosial, produk desa bisa dikenal lebih luas dan modern,\u201d jelas Junjung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Program penunjang lainnya meliputi pelatihan eco print bagi siswa MI Darun Najah Kwangsan serta sosialisasi dampak kenakalan remaja dan narkoba oleh tokoh masyarakat, Bapak Suhadak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dosen pembimbing KKN, Dr. M. Fadeli, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya keberlanjutan program pengabdian masyarakat. \u201cInisiasi kampung wisata markisa menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal, sekaligus berdampak pada nilai ekonomi dan sosial masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala Desa Kwangsan, Sutrisno, menyambut baik program ini. Menurutnya, kegiatan KKN mahasiswa Ubhara sejalan dengan program pemerintah desa dalam mewujudkan kampung asri. \u201cRT 07 pernah meraih juara kampung asri di Kecamatan Sedati. Dengan ikon buah markisa, lingkungan kami akan memiliki ciri khas dan nilai lebih sebagai destinasi wisata,\u201d katanya.(redaksi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Jatim Program Kampung Asri yang digagas mahasiswa KKN Tematik Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya sejak 2024 kini berlanjut melalui kelompok KKN 08. Tahun ini, tema yang diusung adalah \u201cPemberdayaan Kampung Asri dalam Memanfaatkan Potensi Lokal di Desa Kwangsan\u201d. &nbsp; Koordinator mahasiswa, Junjung dari Prodi Ilmu Komunikasi, Ahmad Fadheli, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":28085,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1180,37,83,78,84,28,1185,22],"tags":[],"class_list":["post-28084","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","category-hukum","category-jawa-timur","category-kemenkominfo","category-kominfo-prov-jawa-timur","category-kota-surabaya","category-news-trending","category-pemerintah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28084","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28084"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28084\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28086,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28084\/revisions\/28086"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28085"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28084"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28084"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28084"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}