{"id":22566,"date":"2025-04-10T11:36:15","date_gmt":"2025-04-10T11:36:15","guid":{"rendered":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=22566"},"modified":"2025-04-10T11:36:15","modified_gmt":"2025-04-10T11:36:15","slug":"pakar-unairkonsep-sekolah-rakyat-sebagai-upaya-inovatif-atasi-kemiskinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=22566","title":{"rendered":"Pakar Unair:Konsep Sekolah Rakyat Sebagai Upaya Inovatif Atasi Kemiskinan"},"content":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Surabaya Jatim<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-22567\" src=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/958a20ec2c5fb8f25be70c95536a7764-640x427.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/958a20ec2c5fb8f25be70c95536a7764-640x427.jpg 640w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/958a20ec2c5fb8f25be70c95536a7764.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Program \u2018Sekolah Kemiskinan\u2019 yang diusung oleh Prabowo Subianto belakangan ini ramai menjadi perbincangan. Terdapat anggapan bahwa gagasan ini menjadi salah satu upaya inovatif untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Prof Tuti Budirahayu Dra MSi dalam analisisnya dengan mempertanyakan dasar teori dari program \u2018Sekolah Kemiskinan\u2019. \u201cSekolah pada dasarnya adalah lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai sosial. Apakah sekolah ini akan menggantikan sekolah-sekolah yang sudah ada, atau justru menjadi pesaing bagi sekolah-sekolah tersebut?\u201d ungkap Prof Tuti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudian, Prof Tuti juga menegaskan bahwa pendirian \u2018Sekolah Kemiskinan\u2019 tidak berdasar pada pemikiran yang matang terkait dengan problematika kondisi persekolahan di Indonesia. Menurutnya, program ini lebih terkesan sebagai proyek pemerintah yang membutuhkan biaya besar, namun berpotensi tidak berjalan dengan baik. \u201cSeperti proyek-proyek pemerintah sebelumnya, banyak bangunan sekolah yang cepat ambruk dan mangkrak. Ini menjadi pertanyaan serius,\u201d tambah Prof Tuti, di Surabaya, Kamis (10\/4\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pembangunan sekolah baru belum bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi kemiskinan. Prof Tuti menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang sudah ada seharusnya menjadi fokus utama. Alih-alih membangun sekolah baru, pemerintah dapat merevitalisasi sekolah yang sudah ada, meningkatkan kualitas guru, dan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSekolah-sekolah yang ada bisa diperbaiki dan disesuaikan untuk memenuhi standar pendidikan yang lebih baik. Sehingga, mampu membekali siswa dengan keahlian spesifik yang dibutuhkan,\u201d jelas Guru Besar Bidang Sosiologi Pendidikan itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan demikian, sebut Prof Tuti, keberhasilan program ini bergantung pada perencanaan matang dan komitmen jangka panjang, bukan sekadar pembangunan fisik sekolah baru. (Redaksi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Surabaya Jatim Program \u2018Sekolah Kemiskinan\u2019 yang diusung oleh Prabowo Subianto belakangan ini ramai menjadi perbincangan. Terdapat anggapan bahwa gagasan ini menjadi salah satu upaya inovatif untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. &nbsp; Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Prof [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":22567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83,78,84,1185],"tags":[],"class_list":["post-22566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jawa-timur","category-kemenkominfo","category-kominfo-prov-jawa-timur","category-news-trending"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22566"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22568,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22566\/revisions\/22568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}