{"id":20120,"date":"2025-02-17T10:52:41","date_gmt":"2025-02-17T10:52:41","guid":{"rendered":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=20120"},"modified":"2025-02-17T10:52:41","modified_gmt":"2025-02-17T10:52:41","slug":"pemkab-bojonegoro-dukung-pelestarian-sastra-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=20120","title":{"rendered":"Pemkab Bojonegoro Dukung Pelestarian Sastra Jawa"},"content":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Jatim<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-20121\" src=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/0-Hadiri-Pasamuwan-Ageng-yang-Digelar-PSJB-Pemkab-Bojonegoro-Dukung-Penuh-Pelestarian-Sastra-Jawa-640x347.jpeg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"347\" srcset=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/0-Hadiri-Pasamuwan-Ageng-yang-Digelar-PSJB-Pemkab-Bojonegoro-Dukung-Penuh-Pelestarian-Sastra-Jawa-640x347.jpeg 640w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/0-Hadiri-Pasamuwan-Ageng-yang-Digelar-PSJB-Pemkab-Bojonegoro-Dukung-Penuh-Pelestarian-Sastra-Jawa-1280x694.jpeg 1280w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/0-Hadiri-Pasamuwan-Ageng-yang-Digelar-PSJB-Pemkab-Bojonegoro-Dukung-Penuh-Pelestarian-Sastra-Jawa-1024x556.jpeg 1024w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/0-Hadiri-Pasamuwan-Ageng-yang-Digelar-PSJB-Pemkab-Bojonegoro-Dukung-Penuh-Pelestarian-Sastra-Jawa-1536x833.jpeg 1536w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/0-Hadiri-Pasamuwan-Ageng-yang-Digelar-PSJB-Pemkab-Bojonegoro-Dukung-Penuh-Pelestarian-Sastra-Jawa.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Kegiatan Pasamuwan Ageng yang digelar oleh Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) di aula kantor PMI Bojonegoro, adalah salah satu bentuk dukungan Pemkab Bojonegoro untuk merawat dan melestarikan sastra jawa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto, menyampaikan bahwa sastra jawa mengenalkan masyarakat akan sejarah dan jati diri. Hal itu tercermin diantaranya dalam karya-karya klasik seperti Pararaton dan Nagarakretagama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cTerimakasih kepada PSJB yang telah nguri-nguri bahasa jawa hingga sekarang,\u201d tutur Budiyanto, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro dalam siaran tertulisnya, Minggu (17\/2\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal senada diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro, Mahmudi. Menurut dia, Pemkab terutama Bakesbangpol siap berkolaborasi dengan para sastrawan bahasa jawa di Bojonegoro. Banyak sastra yang bisa dikolaborasikan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kepahlawanan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pasamuwan Ageng ini digelar dalam rangka pengukuhan pengurus baru PSJB yang dilakukan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Umi Kulsum. Jika sebelumnya Ketua PSJB dipegang oleh sastrawan JFX Hoery, kini sastawan Nono Warnono meneruskan estafet kepemimpinan PSJB. Dalam Pasamuwan Ageng tersebut juga digelar sarasehan menulis geguritan, cerita cekak, novel, dan cerita anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Nono Warnono, PSJB telah ada sejak tahun 1982. Keberadaannya telah mewarnai gerak dunia sastra jawa di Indonesia. Beberapa nama pengurus PSJB telah bersastra cukup lama dan mendapat penghargaan dari beberapa lembaga. Diantaranya penghargaan Rancage dan penghargaan Sutasoma. Rama JFX Hoery ini juga telah memperoleh penghargaan sastrawan yang berkarya lebih dari 50 tahun. Bahasa dan sastra jawa, menurut dia, perlu terus dilestarikan hingga ke tingkat sekolah. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Jatim Kegiatan Pasamuwan Ageng yang digelar oleh Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) di aula kantor PMI Bojonegoro, adalah salah satu bentuk dukungan Pemkab Bojonegoro untuk merawat dan melestarikan sastra jawa. &nbsp; Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto, menyampaikan bahwa sastra jawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":20121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83,78,84,1185],"tags":[],"class_list":["post-20120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jawa-timur","category-kemenkominfo","category-kominfo-prov-jawa-timur","category-news-trending"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20120"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20122,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20120\/revisions\/20122"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}