{"id":19533,"date":"2025-02-05T00:24:22","date_gmt":"2025-02-05T00:24:22","guid":{"rendered":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=19533"},"modified":"2025-02-05T00:24:22","modified_gmt":"2025-02-05T00:24:22","slug":"art-shop-prabangkara-ruang-berekspresi-bagi-para-pelukis-di-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=19533","title":{"rendered":"Art Shop Prabangkara, Ruang Berekspresi Bagi Para Pelukis di Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Jatim<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-19535\" src=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550493-640x360.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550493-640x360.jpg 640w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550493-1280x720.jpg 1280w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550493-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550493-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550493-2048x1153.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) membuat geliat seni di Indonesia khususnya Provinsi Jawa Timur semakin mengalami keredupan, hal itu membuat para seniman atau pelukis menjadi terancam keberadaannya meski dengan banyaknya karya baru yang mereka ciptakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berangkat dari latar belakang tersebut , untuk memberi ruang para pelukis menjual karyanya, sebuah galeri seni atau art shop bernama Prabangkara telah dibuka di dalam komplek Taman Budaya Jatim di Surabaya. Artshop tersebut, merupakan fasilitas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) supaya para penikmat lukisan bisa membeli karya lukis dengan harga yang terjangkau karena rata-rata harga karya lukisan di patok seharga Rp500 ribu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat dikonfirmasi, Selasa (4\/2\/2025), Koordinator para pelukis di Jawa Timur, Muit Arsa menyampaikan, art shop Prabangkara ini adalah cara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) untuk memfasilitasi para pelukis Jatim supaya dapat menjual karyanya dengan lebih mudah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Karena kita semua tahu kalau menjual lukisan itu susah. Apalagi di ruang-ruang pameran itu kan harganya jutaan. Jadi kadang orang awam itu mau beli mikir-mikir, karena kebutuhan lain lebih penting. Sehingga diartshop ini kita membatasi harga-harga lukisan yang terpajang maksimal 500 ribu agar para pengunjung yang datang itu mau membeli. Maka, kalau masyarakat mau cari lukisan murah tapi tidak murahan bisa ke Art Shop Prabangkara Di Komplek Taman Budaya Jawa Timur,&#8221; jelas pelukis yang biasa dipanggil Muit ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bentuk perhatian Disbudpar Jatim yang menyediakan ruang Art Shop Prabangkara terhadap para pelukis ini, menurut Mu&#8217;it, juga bertujuan utama untuk memberdayakan seniman supaya tetap berkarya meskipun di tengah situasi yang sangat sulit.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Dan di Art Shop ini teman-teman bisa berekspresi disini, bisa melukis, bisa menjual karyanya. Kita bisa berkegiatan disini ,bisa ngumpul dan diskusi disini Alhamdulillah ada tempat yang bisa disinggahi teman-teman perupa untuk bisa berkumpul, bersosialisasi, berekspresi dan bisa memajang karyanya sehingga bisa diapresiasi maupun dinikmati masyarakat luas, syukur-syukur kalau bisa di koleksi,&#8221; ujar Muit yang juga sebagai Ketua Gerakan Perupa Antar Kota (Geprak) ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai upaya untuk menghidupkan tempat art shop Prabangkara ini, Muit menuturkan, pihaknya memiliki inisiatif untuk mengadakan kegiatan rutin bertajuk &#8216;Pekan Seni Lukis Jawa Timur 2025&#8217;.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Setiap pekan kita usahakan di sini ada aktivitas melukis bersama, diskusi, lomba lukis, workshop dan pameran lukisan di galeri Prabangkara diatas. Supaya kegiatan disini lebih hidup, Untuk saya usahakan setiap pekan iada kegiatan seni rupa di sini, guna lebih menghidupkan Taman Budaya sebagai oase kesenian Jawa Timur,&#8221; tutur Mu&#8217;it.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-19534\" src=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550494-640x360.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550494-640x360.jpg 640w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/1000550494.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Koordinator para pelukis di Jawa Timur, Mu&#8217;it Arsa di Art Shop Prabangkara yang berlokasi di komplek Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya. Foto : Vivin<\/p>\n<p>Setelah dibuka pada pertengahan tahun 2024 lalu, Muit mengungkapkan, art shop Prabangkara ini mulai ramai didatangi pengunjung dari berbagai kalangan. Bahkan ada pula kunjungan dari Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha atau biasa dikenal dengan panggilan Giring Nidji.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah ini mulai rame juga pengungjung dari kalangan anak-anak sekolah hingga para mahasiswa, dan wisatawan lokal dan mancanegara . Ahamdulillah sempat juga ada kunjungan dari wakil Menteri Kebudayaan Pak Giring Ganesha juga kesini dan membeli beberapa lukisan di Art Shop Prabangkara ini. Lukisan yang dibeli karya saya sama lukisan perupa Yopi . Dan kemarin saya juga sempat lihat IG-nya Mas Giring itu ditampilkan saat disini membeli lukisan dan kegiatan disini,&#8221; ungkap Mu&#8217;it.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mengingat art shop Prabangkara ini menjual karya lukisan dengan harga terjangkau, Muit mengatakan, bahwa hal tersebut tidak memberatkan para pelukis atau seniman yang menciptakan karya lukisan ataupun seni rupa yang dijual karena sudah melalui kesepakatan sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Karena sebelumnya teman-teman juga sudah tahu semua ketentuannya kalau mau majang karya di Art Shop Prabangkara silahkan cuma harganya dibatasi maksimal Rp500 ribu. Untuk ukuran kanvasnya bebas terserah pelukisnya, dan kami tidak memotong serupiahpun hasil penjualan karya-karya yang terjual sehingga kalau ada karya yang laku uangnya sudah langsung ke pelukisnya semua ,&#8221; ujar Mu&#8217;it.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan adanya ruang fasilitas berupa Art Shop Prabangkara di komplek Taman Budaya ini, Muit berharap, supaya pemprov lebih memperhatikan pelukis dan para seniman lainnya di Jawa Timur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Harapannya semoga ada fasilitas tambahan dari pemerintah, seperti Wifi-nya supaya segera dipasang di Art Shop Prabangkara agar kami bisa jemput bola menjual karya teman2 pelukis melalui medsos, di IG maupun live tiktok , sebab berat jika hanya berharap dari pengunjung yang datang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, Mu&#8217;it juga berharap, dengan Art Shop Prabangkara ini semoga para seniman ataupun pelukis tidak putus asa terhadap persaingan global khususnya teknologi seperti AI. Karena menurutnya hasil karya yang original dari tangan pelukisnya itu tetap lebih punya nilai lebih dari AI.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8221; Saya berharap juga siapapun yg menjadi kepala Disbudpar Jatim atau Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur nantinya jangan sampai ditiadakan Art Shop-nya , syukur-syukur dibuatkan tempat yang instagramable sehingga semakin menarik minat pengunjung,&#8221; pungkas Mu&#8217;it. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Jatim Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) membuat geliat seni di Indonesia khususnya Provinsi Jawa Timur semakin mengalami keredupan, hal itu membuat para seniman atau pelukis menjadi terancam keberadaannya meski dengan banyaknya karya baru yang mereka ciptakan. &nbsp; Berangkat dari latar belakang tersebut , untuk memberi ruang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":19535,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83,78,84,1185],"tags":[],"class_list":["post-19533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jawa-timur","category-kemenkominfo","category-kominfo-prov-jawa-timur","category-news-trending"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19533"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19536,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19533\/revisions\/19536"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}