Sen. Okt 19th, 2020

Liputan Cyber – Surabaya

Pelarian seorang pengedar obat keras jenis pil doubel L berinisial AM (41), warga Bendul Merisi Jaya, Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, berakhir di penjara Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Pelaku yang dikenal sangat licin ini, merupakan residivis dalam kasus Narkoba jenis Sabu, yang telah diungkap oleh Polsek Wonokromo Jajaran Polrestabes Surabaya.

Hal itu diungkapkan Kasat Narkoba AKP Moh. Yasin, S.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak pada hari Minggu (19/07/2020).

AKP Moh. Yasin, S.H., menerangkan, bahwa DPO Kepolisian tersebut adalah jaringan lapas yang ada di dua tempat di Indonesia. Untuk menentukan posisi pelaku, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkolaborasi dengan Polrestabes Surabaya.

“Alhasil, kami tangkap pelaku di dalam kamar kost yang berlokasi di Wonokromo, pada hari Rabu, tanggal 27 Mei 2020 sekitar pukul 15.30 Wib,” jelas Kasat Narkoba.

Dalam penangkapan itu, petugas berhasil menyita barang bukti 40 kantong plastik yang berisi 40.000 butir dan 153 kantong plastik yang berisi 153.000 butir obat keras jenis pil merk LL, dengan total keseluruhan 193.000 butir.

“Kami jerat pelaku dengan pidana penjara paling singkat 15 tahun dan paling lama 20 tahun,” tegas AKP Moh. Yasin, S.H.

Sementara AM saat diwawancarai media ini mengatakan, jika setelah ditetapkan sebagai DPO, dirinya lari ke Lamongan selama 2,5 bulan. Kemudian ke Madura, dan kembali ke Surabaya.

“Di Lamongan, saya berada di rumah saudara. Dalam satu botolnya, saya dapat upah 100 ribu rupiah, dan uangnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” akunya. ( Jalil )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *