Rab. Okt 28th, 2020

Liputan Cyber – Dinas Kominfo Jatim

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar NU, pada hari Rabu (23/09/2020). Forum permusyawaratan yang dibuka oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin ini, diikuti oleh para kiai sepuh dari Sabang sampai Merauke.

Pada kesempatan tersebut, Wapres Ma’ruf mengapresiasi kerja keras pengasuh pesantren di seluruh Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dikatakan Ma’ruf, selama ini pemerintah mendukung apa yang dilakukan pesantren terkait upaya menghentikan penyebaran Covid-19 di pondok pesantren.

“Secara khusus, saya juga memberikan perhatian serta dukungan terhadap sejumlah pimpinan pesantren yang telah melawan untuk mengatasi Covid-19. Semoga para kiai dan asatidz santri berhasil menghadapi musibah ini dengan baik,” tutur Kiai Ma’ruf Amin saat menyampaikan sambutan di Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2020 secara virtual.

Ketua Umum PBNU Prof KH Said Aqil Siroj mengimbau kegiatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak ditunda. Menurutnya, keselamatan jiwa warga harus didahulukan di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Dengan rasa tanggung jawab dari rasa kemanusiaan, maka keselamatan jiwa keselamatan masyarakat harus didahulukan. Ini perintah agama, dan itu mandat undang-undang dasar kita yang harus kita utamakan. Segalanya bisa ditunda, tapi keselamatan nyawa tidak bisa ditunda. NU bukan menghalang-halangi proses demokrasi. Jangan salah paham. NU bukan menghambat, mempersulit keberlangsungan agenda demokrasi dan agenda konstitusi. Sama sekali tidak. Tapi betul-betul semata-mata karena kemanusiaan. Itu harus kita utamakan dari segalanya,” tegas Kiai Said saat berpidato dalam pembukaan Konferensi Besar NU 2020.

Dalam konferensi ini, KH. Miftakhul Akhyar selaku Rais Aam PBNU juga mengatakan, pertama kali dalam sejarah NU dalam rangka rapat besar konferensi besar Nahdlatul Ulama tahun 2020 berskala nasional dilaksanakan dengan secara virtual. Hal ini menunjukan bahwa NU mampu berdaptasi dengan zaman dan mampu memanfaatkan teknologi dengan sebaikbaiknya.

Kiai Miftah juga mengingatkan, bahwa fatwa dikeluarkan bertujuan untuk kemaslahatan umat Islam dan anak bangsa. “Walaupun berat, percayalah, Allah tidak akan menyia-nyiakan. Suatu saat nanti, Insya allah, vaksin corona virus ini ditemukan dan semua akan menjadi normal kembali,” sambung Kiai Miftah. ( Moh Sumbri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *