Rab. Okt 28th, 2020

Liputan Cyber – Dinas Kominfo Jatim

Ketua Pengurus Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jawa Timur Abdul Hamid Syarif memastikan beasiswa ke Kairo, Mesir, diberikan tahun depan. Penundaan ini, kata dia, terkait pandemi Covid-19 yang belum juga mereda.

“Yang Kairo itu programnya untuk tahun 2020. Kita sudah melakukan tes awal sebanyak 195 orang. Tapi karena ada Covid-19, kita tunggu sampai 2021,” ujar Hamid di Gedung Negara Grahadi, Rabu (23/09/2020).

Pemprov Jatim sebenarnya sudah menggelar tes untuk penerima beasiswa strata satu di Al Azhar Kairo, Mesir. Bulan Mei tes tahap pertama dilakukan dengan kuota 50 orang. Namun semuanya ditunda karena pandemi Covid-19.

Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Sekdaprov Jatim Hudiyono mengatakan, untuk beasiswa tahun diniyah tetap disalurkan tahun ini khusus untuk dalam negeri. Rinciannya, untuk S1 sebanyak 850 mahasiwa yang berhak mendapatkan. Sedangkan S2 mencapai 160 orang.

“Yang minat banyak. Seleksinya ketat, ada membaca kitab kuning dan administrasi yang ketat sekali. Total anggaran untuk program ini Rp 8,1 miliar, terus kemudian S2 Rp 3,2 miliar totalnya di tahun 2020,” kata Hudiyono.

Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa, kata Hudiyono, untuk S1 masing-masing orang mendapatkan Rp 10 juta. Itu untuk biaya kuliah hingga empat tahun. Kemudian S2 Rp 20 juta per orangnya selama empat semester. “Paling banyak yang mendapatkan beasiswa adalah di Jember dan Gresik,” tegasnya.

Beasiswa LPPD ini telah diberikan Pemprov Jatim sejak 2006. Sampai sekarang sudah ada 13.417 orang jenjang S1, dan S2 sejak tahun 2019 itu 500 orang. Kemudian khusus untuk Ma’had Aly sebanyak 220 orang. Dari jumlah itu, LPPD Jatim telah meluluskan dari jenjang S1 sebanyak 10.472 orang. Mereka siap mengabdi di masyarakat. ( Moh Sumbri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *