Di Pamekasan, Forkopimda Jatim Silaturrahmi dan Takziayah ke Pondok Pesantren Annidhomiya

IMG-20210225-WA0387

Liputan Cyber – Jawa Timur

Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jawa Timur Khofirah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkoarmada II Laksda TNI I.N.G Sudihartawan dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Kamis (25/02/2021), silaturrahmi sekaligus takziyah serta mengucapkan bela sungkawa atas musibah Bukit setinggi 70 meter di dekat Pondok Pesantren Annidhomiyah di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, longsor dan menimpa asrama santriwati.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur didampingi Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim menyebutkan, bahwa sangat prihatin dan berduka atas peristiwa yang menimpa tanah longsor di Pondok Pesantren (Ponpes) yang mengakibatkan 5 (lima) Santriwati meninggal dunia karena tertimpa tebing yang longsor.

Dari peristiwa ini, setidaknya ada 3 (Tiga) kamar yang tertimpa longsor. Sehingga menyebabkan 5 (Lima) santriwati meninggal dunia, dan 2 (Dua) santriwati masih dirawat di Rumah Sakit.

“Saya (Gubernur Jatim-red) bersama Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Pondok Pesantren Annidhomiyah, yang menyebabkan duka mendalam,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Selain mengucapkan bela sungkawa, Forkopimda Jatim juga memberi bantuan.

Diberitakan sebelumnya, Bukit setinggi 70 meter di dekat Pondok Pesantren Annidhomiyah di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, pada hari Rabu (24/02/2021) dini hari lalu terjadi longsor.

Peristiwa ini menyebabkan 5 (Lima) santriwati meninggal dunia, dua diantaranya masih dirawat di Rumah Sakit. Peristiwa ini terjadi saat hujan lebat yang terjadi di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Berikut identitas 5 santriwati yang meninggal dunia akibat timbunan longsor:

1. Rubiatul Adhawia (14 asal Desa Poreh , Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang.
2. Siti Khomariyah (16) asal Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember.
3. Santi (14) asal Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.
4. Nur Aziza (13) asal Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember
5. Nabila (12) asal Desa Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. ( Humas / Mulyono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1

About us

Leverage agile frameworks to provide a robust synopsis for high level overviews. Iterative approaches to corporate strategy foster collaborative thinking to further the overall value proposition. Organically grow the holistic world view of disruptive innovation via workplace diversity and empowerment.


CONTACT US

CALL US ANYTIME


Lewat ke baris perkakas